Ucapan Bela Sungkawa untuk Rekan Ojol yang Gugur di Jalan
Beberapa hari terakhir, linimasa dipenuhi berita yang bikin dada sesak. Seorang rekan ojek online (Ojol), Affan Kurniawan, meninggal dunia setelah tertabrak dan terlindas mobil Barracuda milik Brimob Polri saat sedang bertugas. Usianya baru 21 tahun. Masih muda, masih banyak mimpi, dan masih panjang jalan hidup yang seharusnya bisa ia tempuh.
Kejadian ini bukan sekadar angka statistik atau headline viral—ini tentang nyawa, tentang seseorang yang punya keluarga, punya harapan, dan sedang berjuang di jalanan seperti banyak dari kita.
Saya tidak kenal langsung dengan almarhum. Tapi sebagai sesama pengguna jalan, sebagai orang yang pernah merasakan kerasnya realita di balik setir, saya merasa terpanggil untuk menyampaikan rasa duka dan hormat. Terutama karena korban adalah bagian dari komunitas Ojol—pekerja lapangan yang sering kali jadi tulang punggung keluarga, tapi jarang mendapat perlindungan yang layak.
 |
Ilustrasi Visual. Semua karakter dan seluruh objek pada gambar ini dibuat oleh ide kreatif dan imajinatif YSS untuk YSS.LLC dengan bantuan Microsoft AI Technology, menggunakan command prompt untuk Copilot. Ilustrasi Visual ini bisa saja tidak akurat dan tidak mewakili kejadian sebenarnya. Hak Cipta © 2025 YSS.LLC | Copilot-assisted creation. |
Visual yang saya buat bukan untuk sensasi. Tapi sebagai bentuk penghormatan. Sosok pengendara Ojol yang duduk di jalan, mengangkat tangan ke arah kendaraan besar yang mendekat, adalah simbol dari ketimpangan yang sering kita lihat tapi jarang kita soroti. Ini bukan tentang menyalahkan, tapi tentang mengingatkan: bahwa setiap nyawa itu penting. Bahwa keselamatan di jalan bukan hak istimewa, tapi kebutuhan dasar.
Kepada keluarga almarhum, saya turut berduka sedalam-dalamnya. Semoga diberi kekuatan dan ketabahan. Kepada rekan-rekan Ojol lainnya, semoga kita tetap saling menjaga, saling mengingatkan, dan tidak membiarkan kejadian seperti ini berlalu begitu saja.
"Hese hirup di Konoha mah, jalma leutik mah meus meus katincak… ayeuna mah jadi tertindas jeung terlindas!!"
— YSS.2025
Karena di balik helm dan jaket hijau itu, ada manusia. Ada harapan. Ada cerita yang layak didengar dan dihormati.
Semoga Affan Kurniawan diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Usianya masih muda, perjuangannya belum selesai, tapi semoga amal baiknya menjadi bekal yang cukup untuk pulang dengan tenang.
Kepada para pemimpin, pejabat, dan aparat: semoga kejadian ini jadi pengingat bahwa rakyat bukan musuh. Mereka turun ke jalan bukan karena benci, tapi karena peduli. Karena cinta pada negeri ini kadang harus disuarakan lewat keringat, teriakan, bahkan air mata.
Sayangi rakyatmu. Dengarkan mereka. Karena negara ini berdiri bukan hanya di atas kekuasaan, tapi di atas harapan jutaan orang kecil yang ingin hidup layak dan aman. (YSS/Blvckkarko)