Artikel Terbaru

๐ŸŒ™ Kenapa Malam Nisfu Sya’ban Disebut Malam Pengampunan? Jawabannya Bikin Merinding!

Tanggal Hijriah:  15 Sya’ban 1447 H. Tanggal Masehi:  Senin malam, 2 Februari 2026 – berlanjut hingga fajar Selasa, 3 Februari 2026. Penetapan Resmi:  Disepakati oleh Kementerian Agama RI, PBNU, dan Muhammadiyah.  (1) Makna:  Malam penuh keberkahan, diyakini sebagai waktu pengampunan Allah SWT bagi hamba-Nya, kecuali bagi orang musyrik dan yang bermusuhan dengan saudaranya (HR. At-Thabrani).  (2) Malam Nisfu Sya’ban muncul sebagai tradisi spiritual umat Islam karena diyakini sebagai malam penuh ampunan dan keberkahan, berdasarkan sejumlah hadits dan penjelasan ulama. Malam ini jatuh pada tanggal 15 bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah dan menjadi momen penting menjelang Ramadan. 1. Makna Kata “Nisfu Sya’ban” Nisfu berarti “setengah” atau “pertengahan”. Sya’ban adalah bulan ke-8 dalam kalender Hijriah, di antara Rajab dan Ramadan. Maka, Nisfu Sya’ban adalah malam tanggal 15 Sya’ban , yang dimulai sejak Maghrib tanggal 14 Sya’ban . 2. Asal Usul Penamaan Bu...

๐ŸŽธ The Upstairs: Dari Antahberantah ke Planet Mars

๐ŸŽธ The Upstairs: Dari Antahberantah ke Planet Mars

Ilustrasi Gambar adalah Hak Cipta © YSS.LLC
The Upstairs.
Karakter dan seluruh objek pada gambar ini dibuat oleh ide kreatif dan imajinatif YSS dengan bantuan Microsoft AI Technology
menggunakan command prompt untuk Copilot
Hak Cipta © YSS.LLC | Copilot-assisted creation.

๐Ÿ•ถ️ Awal Terbentuk (2001)

The Upstairs lahir pada 5 Oktober 2001 di Jakarta, digagas oleh Jimi Multhazam dan Kubil Idris, dua mahasiswa Institut Kesenian Jakarta yang ingin membawa nuansa new wave ke skena musik lokal. Terinspirasi oleh band legendaris seperti Joy Division, Depeche Mode, dan Devo, mereka segera merilis mini album eksperimental berjudul Antahberantah.

๐Ÿ“ผ Mini Album & Ledakan Awal

Album mini Antahberantah (2002) dirilis dalam format kaset dan CD, dan langsung mencuri perhatian dengan lagu-lagu seperti Modern Bob, Nilai Nilai Nilai, dan Anarki. Gaya mereka yang eksentrik, lirik jenaka, dan synth retro membawa warna baru yang segar dan tak terduga.

๐Ÿ’ฟ Album “Matraman” dan Era Pensi (2004)

Album studio Matraman dirilis pada 14 Februari 2004, menandai era keemasan mereka di dunia pensi dan panggung indie. Lagu ikonik seperti Apakah Aku Berada di Mars, Matraman, dan Modern Bob menjadi anthem generasi yang mencari kejujuran dalam keanehan.

Ilustrasi Gambar adalah Hak Cipta © YSS.LLC
The Upstairs.
Karakter dan seluruh objek pada gambar ini dibuat oleh ide kreatif dan imajinatif YSS dengan bantuan Microsoft AI Technology
menggunakan command prompt untuk Copilot
Hak Cipta © YSS.LLC | Copilot-assisted creation.

๐ŸŽน Evolusi Personel & Warna

Setelah kehilangan keyboardist Hendra Petroff, posisi digantikan oleh Alta Emanuella. Formasi terus berkembang hingga formasi terbaru yang solid dan penuh warna:

Posisi Nama
Vokal utamaJimi Multhazam
GitarKubil Idris
DrumRyan Ajhi
Bass & SynthFisma Adhiya
Keyboard & SynthAlta Emanuella
Vokal latarDelvy Maryati
Vokal latarFuti Rievana

๐Ÿ“€ Diskografi Singkat

Tahun Album Catatan
2002AntahberantahMini album debut
2004MatramanAlbum ikonik & masa keemasan
2006EnergyEksplorasi synth mendalam
2009Magnet!Gaya upbeat berlanjut
2012KatalikaReflektif dan teatrikal
2018Semburat Silang WarnaMini album penuh warna
Ilustrasi Gambar adalah Hak Cipta © YSS.LLC
The Upstairs.
Karakter dan seluruh objek pada gambar ini dibuat oleh ide kreatif dan imajinatif YSS dengan bantuan Microsoft AI Technology
menggunakan command prompt untuk Copilot
Hak Cipta © YSS.LLC | Copilot-assisted creation.

๐Ÿชฉ Penutup Reflektif

The Upstairs bukan sekadar band indie yang eksentrik. Mereka adalah energi yang melintas batas logika, mengajak pendengarnya berdansa, merenung, dan tertawa dalam absurditas. Dengan gaya retro, lirik nakal, dan harmoni vokal yang teatrikal, mereka menawarkan ruang untuk merayakan kejujuran yang tidak terdefinisi.

Sudah sangat jelas, The Upstairs adalah adalah Band favorit saya. Setiap kali mendengarkan lagu-lagu mereka, saya merasakan energi positif yang luar biasa. Musik mereka bukan hanya menyegarkan, tapi juga sering menjadi sumber inspirasi saat saya menulis artikel. Dua lagu yang paling sering menemani proses itu adalah Matraman, Terekam (Tak Pernah Mati), Dansa Akhir Pekan, Satelit dari album Energy, Berbangga Sejenak dan Percakapan dari album Katalika serta Alexander Graham Bell dari album Semburat Silang Warna.

Like dan share artikel ini ke semua media sosial kalian jika dirasa bermanfaat. Follow juga laman Blog ini agar tidak ketinggalan artikel terbaru dari ysscorner.blogspot.com dan kunjungi juga blvckkarko.blogspot.com jika kalian tertarik informasi seputar otomotif. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Adios permios.. AKU DI MATRAMAN.. KAU DI....?