Artikel Terbaru

Awal Mula Yesus Disebut Tuhan: Fakta Sejarah yang Dirahasiakan

Awal Mula Yesus Disebut Tuhan: Fakta Sejarah yang Dirahasiakan

Gambar Ilustrasi Sejarah Konsili Gereja Kuno.
Gambar ini bisa saja tidak akurat dan tidak mewakilo peristiwa/produk asli. Dbuat oleh ide kreatif dan imajinatif YSS dengan bantuan Microsoft AI Technology menggunakan prompt untuk CopilotHak Cipta © 2026 yssCorner™ | Copilot-assisted creation.

Mengungkap sejarah bagaimana Yesus (Nabi Isa Alaihissalam) yang awalnya dikenal sebagai rasul Allah kemudian disebut sebagai Tuhan dalam tradisi Kristen. Artikel ini membahas konteks Palestina abad pertama, peran Paulus, konsili gereja, hingga koreksi Al-Qur’an terhadap penyimpangan sejarah.

Kata Kunci Utama:

  • Sejarah Yesus

  • Awal mula Yesus disebut Tuhan

  • Konsili Nicea

  • Paulus dan Kristen awal

  • Injil menurut Islam

  • Tauhid dalam Al-Qur’an

Palestina Abad Pertama di Bawah Romawi

Palestina saat itu menjadi provinsi Romawi dengan sistem pajak berlapis. Kehidupan masyarakat diwarnai oleh garnisun militer dan elite lokal seperti dinasti Herodes. Ketimpangan ekonomi sangat terasa, dan rakyat hidup di bawah tekanan politik serta pajak.

Konteks Yudaisme Bait Kedua

Sebelum Bait Suci Yerusalem dihancurkan pada tahun 70 M, terdapat berbagai kelompok: Farisi, Saduki, dan ahli Taurat. Tradisi penafsiran dan struktur sosial sangat kuat, sehingga ajaran Yesus hadir dalam konteks Yudaisme yang kompleks.

Injil Menurut Islam vs Injil Naratif

Dalam Islam, Injil adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Isa. Injil yang dikenal sekarang adalah teks naratif yang ditulis puluhan tahun setelah wafatnya Yesus. Pergeseran bahasa dari Aram ke Yunani, masalah Sinoptik, dan munculnya teks apokrif menambah keragaman narasi.

Peran Paulus dan Pergeseran Teologi

Paulus (Saulus dari Tarsus) berperan besar dalam penyebaran ajaran ke dunia Hellenistik. Ia menekankan pembenaran melalui iman, bukan hukum Taurat, sehingga terjadi pergeseran teologi. Surat-surat Paulus menjadi dokumen Kristen tertua dan memengaruhi arah ajaran gereja awal.

Konsili dan Kanonisasi

Konsili Nicea (325 M) menjadi titik penting dalam penetapan doktrin, termasuk kontroversi Arius dan konsep Trinitas. Konsili Konstantinopel (381 M) dan Kalsedon (451 M) memperkuat doktrin tersebut. Proses kanonisasi menghasilkan daftar 27 kitab Perjanjian Baru, sementara banyak teks lain dianggap apokrif.

Posisi Al-Qur’an

Al-Qur’an hadir sebagai koreksi atas penyimpangan sejarah. Yesus ditegaskan sebagai rasul Allah, bukan Tuhan. Tauhid ditegakkan: Allah esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan. Isa disebut sebagai hamba Allah yang diberi mukjizat dengan izin-Nya, bukan karena ketuhanan.

Kesimpulan

Sejarah menunjukkan bahwa penyembahan kepada Yesus sebagai Tuhan bukan berasal dari ajaran beliau sendiri, melainkan hasil proses panjang politik, teologi, dan konsili gereja. Islam menegaskan kembali posisi Yesus sebagai rasul dalam rantai kenabian, mengajak manusia kembali kepada tauhid, taubat, dan amal saleh.

Disclaimer & Pernyataan Pribadi

Tulisan ini disusun semata-mata sebagai bentuk kajian sejarah dan perbandingan agama yang bersumber dari literatur dan sudut pandang Islam. Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung, merendahkan, atau memecah belah antar umat beragama di Indonesia, melainkan sebagai bentuk edukasi dan penguatan akidah bagi umat Islam.

Saat ini, saya pribadi sedang mempelajari ilmu Krislamologi, yaitu kajian lintas sejarah dan teologi antara Kristen dan Islam. Pembelajaran ini terinspirasi dari seorang mualaf yang berdakwah di jalan Allah, yaitu Koh Dondy Tan, yang dengan penuh semangat membentengi umat Islam dari pendangkalan akidah.

Sebagaimana pesan Koh Dondy Tan:

“Belajar perbandingan agama bukan untuk merendahkan keyakinan orang lain, tetapi untuk memperkuat iman kita sendiri agar tidak goyah dan tetap teguh pada tauhid. Allah SWT di dalam Al-Qur’an juga melarang kita sebagai umat Muslim menghina sesembahan atau agama orang lain.

Tujuan utama saya adalah untuk memperkuat keyakinan bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa, dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT yang membawa risalah terakhir untuk seluruh umat manusia. Semoga tulisan ini menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kemurnian tauhid dan memperkuat keimanan, khususnya bagi diri saya pribadi.

Jika sahabat merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa klik Like dan Share ke teman-teman sahabat. Follow juga blog saya di  supaya jadi yang pertama mendapatkan update terbaru artikel-artikel menarik lainnya seputar visual, AI, Game, Musik, Review Gadget, OS, Aplikasi, Tips, Kuliner dan refleksi kehidupan/spiritual. Dan buat sahabat yang suka otomotif, nostalgia, atau cerita tentang Mobil Kesayangan, mampir juga ke blog otomotif saya di —siapa tahu bisa jadi tempat nongkrong digital otomotif yang seru.