Artikel Terbaru

Ternyata Saya Salah! Infinix Smart 10 Plus adalah Smartphone Entry-Level Terbaik Versi Keyakinan Saya!

Ternyata Saya Salah! Infinix Smart 10 Plus adalah Smartphone Entry-Level Terbaik Versi Keyakinan Saya! ๐Ÿ“Œ Prolog Sebelumnya saya sempat menulis bahwa absennya fitur USB OTG di Infinix Smart 10 Plus adalah deal breaker utama. Namun setelah saya gunakan lebih lama dan mengecek lebih teliti, ternyata saya salah. Infinix Smart 10 Plus memang mendukung OTG , hanya saja notifikasi koneksi tidak muncul di bar atas. Jika langsung dicek ke File Manager , perangkat USB sudah terdeteksi dan bisa diakses. Dengan temuan ini, saya semakin yakin bahwa Infinix Smart 10 Plus layak disebut sebagai salah satu smartphone entry-level terbaik di kelas Rp1 jutaan—tentu saja versi keyakinan saya .   ๐Ÿ”‘ Spesifikasi Utama Chipset: UNISOC T7250 (Octa-core: 2x Cortex-A75 + 6x Cortex-A55) GPU: Mali-G57 MC1 RAM/ROM: Hingga 8 GB Extended RAM + 128 GB Storage Layar: 6,67 inci HD+ (720 x 1600), refresh rate 120 Hz, kecerahan 700 nit Baterai: 6.000 mAh dengan pengisian 18W Kamera: Belakang 8 MP, depan 8 MP Fitur...

๐Ÿ“ฑ HP Klasik dengan Keyboard Fisik Ini Bangkit Lagi — Kini Pakai Android, RAM 12GB, dan Internal 256GB

๐Ÿ“ฑ HP Klasik dengan Keyboard Fisik Ini Bangkit Lagi — Kini Pakai Android, RAM 12GB, dan Internal 256GB

Di tengah dominasi smartphone layar sentuh yang seragam, sebuah perangkat klasik dengan keyboard fisik kembali mencuri perhatian. Desainnya mengingatkan pada era kejayaan komunikasi mobile, namun jeroannya sudah sepenuhnya modern.

Mengusung sistem operasi Android 13, RAM 12GB, dan penyimpanan internal 256GB, perangkat ini menawarkan kombinasi nostalgia dan performa. Kamera belakang 50MP dan kamera depan 8MP menjadikannya siap untuk kebutuhan dokumentasi masa kini. Trackpad fisik yang ikonik tetap dipertahankan, memberi pengalaman navigasi yang unik di tengah tren swipe dan tap.

Menariknya, perangkat ini bukan produk dari merek lama yang dulu mendominasi pasar, melainkan hasil reinkarnasi dari manufaktur teknologi asal China. Sebanyak 100 unit pertama akan dikirimkan akhir Agustus 2025, dengan produksi massal dijadwalkan mulai September.

๐Ÿ” Spesifikasi Zinwa Q25 Pro

Zinwa Q25 Pro hadir dengan layar sentuh berukuran 3,5 inci dan resolusi 720×720 piksel, cukup tajam untuk ukuran perangkat mungil bergaya klasik. Yang paling mencolok tentu adalah keyboard QWERTY fisik yang dipadukan dengan touchpad navigasi khas—membawa kembali nuansa BlackBerry Classic Q20 yang legendaris.

Di balik desain retro-nya, perangkat ini ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G99 berbasis fabrikasi 6nm, cukup efisien untuk multitasking ringan hingga menengah. RAM sebesar 12GB LPDDR4X memberikan ruang lega untuk menjalankan berbagai aplikasi, sementara penyimpanan internal 256GB UFS 2.x bisa diperluas dengan microSD.

Hak Cipta © 2025 YSS.LLC
Zinwa Q25.
Seluruh objek pada gambar ini bisa saja tidak akurat dan tidak mewakilo produk asli. Dbuat oleh ide kreatif dan imajinatif YSS dengan bantuan Microsoft AI Technology menggunakan command prompt untuk CopilotHak Cipta © 2025 YSS.LLC | Copilot-assisted creation.

Untuk urusan kamera, bagian belakang dibekali sensor 50MP yang mampu menghasilkan foto tajam, dan kamera depan 8MP cukup mumpuni untuk video call atau selfie kasual. Baterainya berkapasitas 3.000 mAh dengan dukungan fast charging 18W—cukup untuk penggunaan sehari penuh, terutama bagi pengguna yang tidak terlalu bergantung pada layar besar.

Konektivitasnya juga lengkap: mendukung jaringan 4G LTE global, dilengkapi NFC, port USB-C, dan bahkan headphone jack yang kini mulai langka di smartphone modern. Sistem operasinya sudah menggunakan Android 13, memberi pengalaman yang segar dan kompatibel dengan aplikasi masa kini.

Harga perangkat ini dibanderol sekitar Rp6,5 juta untuk versi full device, dan Rp4,8 juta untuk DIY kit—yang memungkinkan pengguna mengubah BlackBerry Classic lama menjadi versi Android modern. Desainnya tetap mempertahankan LED notifikasi dan trackpad navigasi yang bisa berfungsi sebagai kursor atau D-pad, menjadikannya perpaduan unik antara nostalgia dan teknologi masa kini.

๐Ÿ“ˆ Potensi Pasar: Nostalgia Bertemu Fungsionalitas

Zinwa Q25 Pro menyasar segmen yang unik:

  • Penggemar nostalgia: Terutama mantan pengguna BlackBerry yang merindukan keyboard fisik.

  • Komunitas DIY dan modder: Adanya kit konversi membuka peluang bagi pengguna lama untuk menghidupkan kembali perangkat mereka.

  • Gen Z & TikTokers: Tren gaya retro dan “HP jadul rasa baru” sedang naik daun di media sosial.

Dengan harga di bawah Rp7 juta, perangkat ini bisa menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang ingin tampil beda tanpa harus mengorbankan performa dasar.

⚔️ Perbandingan Zinwa Q25 Pro vs Unihertz Titan 2

Zinwa Q25 Pro dan Unihertz Titan 2 sama-sama menyasar segmen pengguna yang merindukan keyboard fisik QWERTY, namun pendekatan keduanya sangat berbeda. Zinwa Q25 Pro tampil sebagai perangkat nostalgia yang elegan, mengusung chipset MediaTek Helio G99 yang cukup efisien, dipadukan dengan RAM 12GB dan storage 256GB. Kamera utamanya 50MP dengan kamera depan 8MP, dan baterai 3.000 mAh yang didukung fast charging 18W. Jaringan masih 4G LTE, tapi sudah lengkap dengan NFC, USB-C, dan headphone jack. Keyboard-nya klasik, lengkap dengan touchpad navigasi yang bisa berfungsi sebagai kursor atau D-pad.

Hak Cipta © 2025 YSS.LLC
Unihertz Titan 2.
Seluruh objek pada gambar ini bisa saja tidak akurat dan tidak mewakilo produk asli. Dbuat oleh ide kreatif dan imajinatif YSS dengan bantuan Microsoft AI Technology menggunakan command prompt untuk CopilotHak Cipta © 2025 YSS.LLC | Copilot-assisted creation.

Di sisi lain, Unihertz Titan 2 lebih agresif dalam hal spesifikasi. Chipset MediaTek Dimensity 7300 menawarkan performa lebih tinggi, RAM tetap 12GB namun storage-nya mencapai 512GB dengan teknologi UFS 3.1 yang lebih cepat. Kamera belakang tetap 50MP namun dilengkapi lensa telephoto untuk zoom optik, dan baterainya jauh lebih besar: 5.050 mAh. Titan 2 juga sudah mendukung jaringan 5G, dan keyboard-nya dilengkapi gesture scroll serta tombol fisik tambahan yang bisa dikustomisasi.

Harga menjadi pembeda signifikan: Zinwa Q25 Pro dibanderol Rp6,5 juta untuk versi full device, sementara Titan 2 diperkirakan berada di kisaran Rp8–9 juta melalui skema crowdfunding.

๐ŸŽฏ Kesimpulan

Zinwa Q25 Pro unggul dalam keaslian desain dan pengalaman nostalgia, cocok untuk pengguna yang ingin “kembali ke masa lalu dengan otak masa kini.” Ia menawarkan sentuhan klasik yang dirancang dengan presisi dan rasa hormat terhadap warisan BlackBerry. Sementara Titan 2 lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan performa tinggi dan fitur flagship, namun tetap ingin mempertahankan keyboard fisik sebagai bagian dari gaya kerja mereka.

Jika artikel ini dirasakan ada nilai manfaatnya, jangan ragu untuk like dan share ke media sosial kalian. Follow blog ini agar tak ketinggalan update terbaru dari ysscorner.blogspot.com. Kalau kalian suka dunia otomotif, mampir juga ke blvckkarko.blogspot.com untuk cerita dan inspirasi seputar modifikasi.

Terima kasih sudah membaca — sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap semangat, sehat dan keep humble. Adios permios!!

๐Ÿ“š Referensi

๐Ÿ”น Zinwa Q25 Pro

๐Ÿ”น Unihertz Titan 2