Artikel Terbaru

REVIEW VIVO V29 VARIAN 5G 512GB SEBAGAI DAILY DRIVER DI TAHUN 2026

REVIEW VIVO V29 VARIAN 5G 512GB SEBAGAI DAILY DRIVER DI TAHUN 2026 Vivo V29 adalah salah satu smartphone mid-range terbaik yang pernah saya coba, terutama bagi pengguna yang mengutamakan desain premium, layar kelas atas, dan kamera yang sangat andal. Ponsel ini menonjol berkat modul Aura Light yang unik untuk fotografi portrait serta bodinya yang tipis dan elegan. Desain Ultra-Slim 3D Curve dengan bobot ringan 186 gram dan ketebalan hanya 7,46 mm membuatnya nyaman digenggam. Layarnya memakai panel AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120Hz, menghasilkan visual tajam, warna kaya, dan pergerakan mulus. Dari sisi performa, Snapdragon 778G memberi pengalaman stabil untuk harian maupun gaming, ditopang RAM besar (8GB/12GB dengan Extended RAM) dan penyimpanan internal hingga 512GB. Kamera belakang 50MP OIS ditemani ultrawide 8MP dan monokrom 2MP, plus teknologi Aura Light Portrait yang berfungsi layaknya ring light mini dengan pengaturan suhu warna agar foto malam terlihat na...

Berapa Partisi Ideal untuk Install Linux? Ini Jawabannya!

Berapa Partisi Ideal untuk Install Linux? Ini Jawabannya!

Saat akan menginstal sistem operasi Linux, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, diantaranya adalah jumlah partisi yang dibutuhkan oleh sistem operasi Linux supaya bisa berjalan dengan lancar. Jumlah partisi tergantung pada kebutuhan dan preferensi pengguna dan ada yang bersifat wajib maupun tidak wajib. Namun, secara umum, ada beberapa partisi utama yang biasanya digunakan, diantaranya adalah:

Kebutuhan Partisi untuk Install Linux

  • Root (/) – Partisi utama tempat sistem operasi Linux dan aplikasinya terinstal (mirip seperti drive C Windows dan Program Files pada sistem operasi Windows). Untuk ukuran partisinya, biasanya direkomendasikan minimal 20-30 GB, tergantung pada Distribusi Linux dan aplikasi yang akan digunakan.

Saya pribadi menggunakan Distribusi Linux Ubuntu 25.04, jadi kapasitas partisi untuk Root (/) saya alokasikan sebesar 150GB supaya lebih leluasa menginstal banyak aplikasi dan cukup untuk update sistem yang diberikan Ubuntu secara berkala.

  • Swap – Digunakan sebagai ruang swap jika RAM penuh. Besarnya tergantung pada kapasitas RAM:

    1. Jika RAM < 4 GB, swap = 2x RAM. 
    2. Jika RAM 4 - 8 GB, swap = 1x RAM. 
    3. Jika RAM > 8 GB, swap bisa lebih kecil atau bahkan tidak diperlukan.  

Pada kasus Saya, untuk Swap dialokasikan sebesar 8GB, karena PC/AIO yang Saya gunakan hanya memiliki 4 GB RAM fisik, jadi supaya aman saya kalikan 2 (dua). Contoh: 4 GB x 2 = 8GB. atau bisa juga cukup menambah Swap seukuran RAM fisiknya sebesar 4 GB.

  • Home (/home) – Menyimpan data pengguna seperti dokumen, gambar, dan konfigurasi. Ukurannya bisa bervariasi tergantung kebutuhan. Kegunaan partisi ini adalah supaya dokumen pekerjaan yang kita simpan tidak akan hilang/terhapus saat sistem operasi tidak berjalan normal dan butuh perbaikan atau bahkan harus instal ulang.

    Tapi ada juga yang tidak mau menambah partisi Home (/home), cukup partisi Root (/) saja. Bagi Saya, partisi Home (/home) ini wajib, terutama buat yang akan menjadikan Linux sebagai sistem operasi utama/tunggal tanpa dual boot dengan sistem operasi Windows misalnya. Untuk besaran partisi Home (/home) saya alokasikan sebesar 100 Gb.

  • Boot (/boot) (opsional) – Digunakan untuk menyimpan boot loader dan kernel Linux, biasanya sekitar 500MB - 1GB. Besaran partisi Boot (/boot) yang saya alokasikan sebesar 1 GB, biar lebih safety aja.
  • EFI (/efi) atau (/boot/efi) – Jika menggunakan UEFI, diperlukan partisi EFI berformat FAT32, sekitar 100-500 MB. Untuk partisi ini, Saya pribadi mengalokasikan sebesar 1 GB, dan lagi-lagi buat jaga-jaga aja.

Jika hanya ingin instalasi sederhana, cukup gunakan Root dan Swap. Tapi jika ingin lebih terstruktur, bisa tambahkan Home, Boot, dan EFI, tergantung seberapa besar harddisk yang kalian miliki. Saya sendiri lebih prefer mempersiapkan partisi secara lengkap. 

Semoga artikel ini ada manfaatnya sekaligus sebagai referensi jika kalian sedang berencana menginstal Distribusi Linux sebagai sistem operasi utama/dual boot sebagai secondary OS.

Like dan share artikel ini ke semua media sosial kalian jika dirasa bermanfaat. Follow juga laman Blog ini agar tidak ketinggalan artikel terbaru dari ysscorner.blogspot.com dan kunjungi juga blvckkarko.blogspot.com jika kalian tertarik informasi seputar otomotif. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Adios permios.

Sumber: Microsoft Copilot sebagai referensi